Semenjak Seputar Indonesia RCTI menayangkan POLEMIK bahaya obat PUYER, langsung deh para ortu jadi spaneng. Dalam sebuah tayangan pun, ketika Menkes ditanya seputar polemik bahaya obat puyer, beliau hanya menjawab bahwa pemberian obat puyer itu kewenangan alias otoritas dari dokter.
Polemik bahaya obat puyer makin ditandai dengan kekhawatiran WHO terhadap pemerintah Indonesia yang masih menoleransi pemberian obat puyer lebih dari 1% dari batas yang ditolerir WHO. Padahal negara-negara yang ekonominya terpuruk seperti Bangladesh & India pun sudah mengeliminir pemberian obat puyer. Kenapa Indonesia tidak bisa??
Jutaan anak bangsa yang merupakan modal besar penerus bangsa ini apakah masih harus menelan pahit-pahit obat anak yang nyata-nyata memberikan efek negatif?? Sepertinya Polemik Bahaya Obat Puyer masih akan berlangsung lama.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment